Efisiensi Dana APBD di Kabupaten Agam

Aristo M
Aristo M

BBM, SPDP Dipotong 30 Persen

 

 

Agam, Padek – Upaya Pemkab Agam mengefisiensikan anggaran, patut diacungkan jempol. Ketika banyak oknum pejabat daerah lain menggantungkan pendapatan tambahan kepada keuangan daerah, malah dilakukan perubahan secara drastis.

 

Jika selama ini, anggaran untuk kebutuhan honor pejabat, biaya bahan bakar minyak (BBM) serta SPDP dimasukan kedalam anggran APBD, mulai tahun 2006 ini, dihemat dengan memotong anggaran 30 persen untuk kebutuhan warga miskin. Lantas bagaimana teknis dan reaksi atas pemberlakukan kebijakan bupati itu. Berikut petikan wawancara koran ini dengan Bupati Agam, Drs H Aristo Munandar.  

 

Apa yang latar belakang efisiensi anggaran itu?

 

Kita sadar, saat ini, kehidupan masyarakat sudah sangat sulit. Setelah krisis moneter yang melanda daerah kita tahun 1997 lalu, membuat perekonomian masyarakat menjadi sangat rusak. Sendi-sendi perekonomian masyarakat menjadi amburadul, karena krisis keuangan itu. Hal itu terjadi sampai saat ini. Masih banyak kehidupan masyarakat yang terancam, karena ketiadaan jaminan berusaha.

 

Sementara itu, pemerintah juga tidak memiliki finansial yang cukup untuk membantu keuangan rakyat itu. Karena keterbatasan anggaran itulah, maka sebagian besar perhatian lebih kepada bagaimana memberdayakan keuangan masyarakat. Namun hal itu, belum terlihat secara maksimal. Masyarakat mencoba untuk berusaha dan hidup hemat.

 

Karena melihat kehidupan masyarakat itulah, maka ketergantungan kepada APBD semakin tinggi. Apalagi jika melihat anggaran dalam APBD itu juga sangat terbatas dan membutuhkan banyak pertimbangan, maka satu-satunya jalan adalah melakukan efisiensi. Lalu wacana itu dibicarakan bersama pihak eksekutif dan DPRD. Dengan tekad baik, maka rencana itu disetujui secara bersama. Hal itu direalisasikan dalam bentuk keputusan bupati.

 

Bagaimana konkritnya? 

 

Begitu juga dengan pengeluaran lain, seperti SPDP, perbaikan mobil dinas dan ATK, akan secara otomatis terjadi penghematan.

 

Hasilnya?

 

Sangat luar biasa. Dengan menerapkan cara itu, pemkab dapat mengumpulkan dana lebih Rp 4 miliar. Kalau sebelumnya dana itu hanya dinikmati pejabat tanpa ada manfaat yang jelas untuk kepentingan masyarakat, saat ini telah dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Ini adalah keuntungan jelas. Bagaiaman jika hal itu telah dilakukan sejak awal, tentu telah memperlihatkan hasil yang memuaskan.

 

Bagaimana reaksi pejabat/pegawai?

 

Pada tahap-tahap awal, jelas mendapat reaksi dari para pegawai. Selama ini mereka biasanya mendapatkan pendapatan tambahan dari kegiatan-kegiatan yang ada itu.

Sekarang, tetap masih tetap mereka nikmati, tapi tidak sebanyak yang lama. Dengan masukan dan iktikad seluruh pejabat dan pegawai, mudah-mudahan cara ini ikut mermbantu kehidupan masyarakat.

 

Harapan Anda?

 

Kita harapkan, cara itu dapat ditiru masyarakat luas. Kebiasaan komsumtif selama ini, dapat ditinggalkan, sehingga hal itu akan sangat terlihat berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan dengan cara itu, kita akan membantu untuk mengembalikan krisis yang terjadi selama ini.

 

Hampir pada setiap anggaran dilakukan efisiensi. Caranya, pada setiap pengeluaran tentang honor panitia dipotong 30 persen. Biasanya, seorang pegawai mendapatkan honor untuk satu kegiatan Rp10. Dengan pemberlakukan keputusan itu, maka mereka hanya menerima 70 rupiah. Sisanya, 30 rupiah masuk kedalam kas untuk selanjutnya dipergunakan demi kepentingan rakyat.

 

Begitu juga dengan biaya BBM. Jika selama ini sebagian pejabat, dapat membelanjakan bantaun BBM-nya dengan seenaknya, maka kedepan, akan dihemat. Kita akan mengusahakan semaksimal mungkin menggunakan kenderaan sedikit mungkin. Mungkin selama ini, untuk menghadiri satu kegiatan atau menjalakan satu kegiatan, pejabat menggunakan satu mobil perorang. Itu jelas sangat tidak efisien. Kedepan, kita berhemat dengan menggunakan mobil sesedikit mungkin, asalkan tidak mengganggu kelancaran tugas.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s