Kerugian Galodo Capai Rp17 M

Korban Galodo
Korban Galodo

EVAKUASI :

Tim SAR mengangkat salah seorang jasad korban galodo Malalak, kemarin. Kerugian bencana alam itu menelan kerugian sekitar Rp17 miliar. (Foto : yurisman malalak/padek)

 

Malalak, Padek— Bencana galodo yang melanda Jorong Sasai Kandang (Saskan), Nagari Malalak Timur Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Jumat (7/11) pekan lalu menelan kerugian sekitar Rp17 miliar.

Hal itu mencakup kerusakan lahan pertanian masyarakat sekitar 100 hektare, 3 unit rumah rusak berat, 2 rusak sedang dan dua unit lainnya hilang. Galodo juga menyebabkan hanyutnya dua unit jembatan, satu jembatan rusak berat, rusaknya lima saluran irigasi serta dua rumah.

“Korban jiwa enam orang. Lima di antaranya telah ditemukan, dan satu lainnya masih dalam proses pencarian. Untuk itu proses tanggap darurat kita perpanjang menjadi satu minggu,” jelas Bupati Agam Aristo Munandar, saat meninjau lokasi bencana, Selasa (11/11 kemarin.

Menurut Aristo, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah, di antaranya langsung menerjunkan tim Satlak bertepatan saat malam kejadian.  Upaya lain mengevakuasi warga ke tempat yang aman, memberikan pelayanan kesehatan serta menggerakkan segala potensi yang ada untuk melakukan pencarian korban meliputi, TNI/Polri, Satpol PP, tim SAR, Tagana, Pemadam Kebakaran, Orari dan tim relawan lainnya serta rehabilitasi mental para korban gempa.

“Kendala kita karena tidak tahu persis kondisi yang terjadi di sumber longsor di Burai-Burai, karena belum melalui penelitian. Karena itu kita berharap agar dari ahli geologi segera diturunkan. Sebab, dari informasi masyarakat, dalam rentang waktu 100 tahun telah terjadi tiga kali. Makanya kejadian ini perlu diteliti, sehingga bisa ditentukan langkah berikutnya yang bisa dilakukan,” kata Aristo.

Untuk keperluan proses recovery terhadap kerusakan yang terjadi di kawasan musibah, Aristo berharap adanya bantuan dari  Pemprov Sumbar, termasuk untuk perbaikan jalan menuju lokasi musibah di Jorong Saskan sepanjang lebih kurang 800 meter, serta alat berat guna melakukan proses normalisasi terhadap aliran sungai yang ada.

Menanggapi hal itu Gubernur Sumbar H Gamawan Fauzi, di hadapan warga korban galodo berharap agar masyarakat dapat bersabar menerima musibah yang terjadi, karena itu menurutnya sudah merupakan ketentuan dari Allah SWT. “Karena itu peristiwa ini mesti diambil pelajaran, karena ternyata ada tempat yang tidak aman untuk didiami, karena itu kita berharap warga jangan tinggal lagi di pinggir sungai, kalaupun ingin membangun usahakan jaraknya paling kurang 50 meter dari pinggir sungai,” imbaunya.

Menurut Gubernur kejadian galodo seperti yang terjadi di Jorong Saskan tersebut bisa saja kembali terjadi apalagi karena adanya hutan yang rusak. “Karena itu musibah ini hendaknya dapat diambil pelajaran dan warga yang mengalami musibah diharapkan bisa bersabar,” ungkapnya.

Terkait upaya penanganan terhadap musibah gempa yang melanda Jorong Saskan Malalak Timur, menurut Gubernur untuk melakukan proses normalisasi aliran sungai pihak PSDA nantinya akan berkoordinasi dengan Pemkab Agam, apakah nanti di kawasan itu akan dibuatkan saluran irigasi permanen atau cukup hanya dengan normalisasi sungai saja.

Untuk itu lanjut Gubernur pihaknya juga akan menunggu advis dari pihak geologi yang akan melakukan penelitian terhadap sumber galodo yang terjadi di hulu sungai. Yang terpenting saat ini lanjut Gubernur kebutuhan para pengungsi harus betul betul terjamin, begitu pula jembatan yang terputus juga akan segera diperbaiki sehingga nantinya bisa kembali dilalui masyarakat.

Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar lebih hati hati dan waspada serta arif dalam menyikapi gejala alam yang terjadi. Seperti halnya bila secara tiba tiba air sungai mengering, maka sebaiknya menyingkir ke tempat yang aman. Karena, terjadinya galodo di kawasan itu dikhabarkan diawali keringnya air sungai selama beberapa saat, dan setelah itu tiba tiba air menjadi membesar.

Demikian pula untuk memperbaiki lahan pertanian masyarakat yang rusak akibat banjir, Gubernur menyarankan Bupati Agam agar bisa diperbaiki dengan sistem swakelola memanfaatkan dana bantuan yang ada. Di mana nantinya bagi warga yang bekerja untuk itu bisa dianggarkan Rp50 ribu perorang perharinya.  Sebelum bertolak dari lokasi musibah, Gubernur sempat didaulat warga untuk melakukan pencangkulan sungai secara simbolis menandai akan dilakukannya proses normalisasi terhadap aliran sungai yang ada.

Masyarakat Trauma

Sementara itu, pascabencana galodo, masyarakat masih mengalami mengalami trauma. Mereka diliputi kekhawatiran akan datangnya galodo susulan. Kekhawatiran itu, diungkapkan masyarakat kepada Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi yang berkunjung ke lokasi galodo. “Pagi tadi aia janiah Pak, tapi sudah tu tadanga suaro guruah, dan aia gadanglo baliak,” ujar Zumaira (47), seorang keluarga korban galodo saat berdialog dengan Gubernur.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kata Zumaira, kemarin air sungai juga sempat mengering beberapa saat. Setelah itu diikuti datangnya air sungai yang lebih besar dari biasanya.

Kepada Gubernur Zumaira menyebutkan sumber galodo tersebut berasal dari air burai-burai yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi bencana. Warga juga mengadukan banyaknya lahan pertanian mereka yang tertimbun akibat galodo, sehingga praktis tidak bisa lagi dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Dalam kunjungan kemarin, Gubernur atas nama Pemprov Sumbar menyerahkan bantuan secara simbolis melalui Bupati Agam Aristo Munandar uang sebesar Rp100 juta. Ditambah bantuan lainnya seperti satu colt diesel beras. “Ini baru bantuan tahap pertama. Kalau memang masih ada yang dibutuhkan silakan disampaikan, dan kita juga akan menganggarkan untuk keperluan proses rehabilitasi berikutnya,” kata Gubernur.

Sehari sebelumnya, bantuan juga disampaikan Bupati Padangpariaman Muslim Kasim Dt Sinaro Basa sebesar Rp10 juta dan bahan makanan. Menurut Muslim Kasim, musibah yang dialami masyarakat Malalak juga dirasakan masyarakat Padangpariaman. Apalagi posisi Malalak berdekatan dengan Kabupaten Padangpariaman.

“Karena itu sebagai daerah bertetangga, kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga Malalak. Makanya, kami berharap semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban galodo, dan hendaknya tetap bersabar dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Muslim.

Satu Korban Lagi Ditemukan

Upaya kerja keras yang dilakukan petugas dan tim relawan dalam mencari jenazah korban galodo membuahkan hasil. Petugas dan tim relawan kembali menemukan satu jenazah yang kondisinya terlihat mengenaskan. Syahrul Safar (9) ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi tubuh terhimpit kayu. Untuk mengeluarkan korban terpaksa dibantu alat sinso yang disediakan masyarakat. Korban ditemukan di Lubuak Gadang, tidak jauh dari lokasi penemuan mayat sehari sebelumnya di Manarahan.

Dengan keberhasilan tersebut total jumlah korban yang berhasil ditemukan mencapai lima orang. Menyusul sebelumnya ditemukan Mediana Seprina ((13) Sabtu jam 11.00 WIB di Manarahan, diikuti penemuan jenazah Nida selang dalam waktu hampir bersamaan. Sehari kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB juga ditemukan jasad Darwis St Makmur berjarak 10 meter dari kediamannya. Berselang lima menit berikutnya juga ditemukan jenazah iterinya Asnimar (60).

Dua korban lainnya masing masing Suci Anggraini ((15) yang mengalami luka berat setelah berhasil diselamatkan warga setelah tersangkut di jembatan Batang Mangui, begitu pula adiknya rizal (5) yang mengalami rusak ringan setelah diselamatkan warga jauh dari kediamannya. Satu korban yang masih dalam proses pencarian diketahui bernama Nadirsyam (55).

Proses pencarian kemarin juga sempat diwarnai kabut tebal, beruntung tidak lama kemudian cuaca berubah cerah sehingga proses pencarian bisa berlanjut. Hanya saja berbeda dengan hari sebelumnya, aliran sungai relatif lebih keruh dan liar. Hal itu diduga akibat longsor susulan yang terjadi di Hulu Sungai. Seperti diakui Nasrul, salah seorang tokoh masyarakat Saskan menjawab koran ini kemarin. Dengan alasan itu pula warga serta tim yang melakukan pencarian relatif dituntut untuk lebih berhati hati. (ris)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s