Agam Kembangkan Koperasi Berbasis Mesjid

Padang, (ANTARA)-Koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional, ternyata dihayati secara penuh oleh Pemkab Agam. Saat ini, selain mengembangkan koperasi tradisional berupa koperasi primer dan sekunder Kabupaten Agam juga tengah mengembangkan koperasi berbasis mesjid.

 

 

Disebut berbasis mesjid, karena seluruh keanggotannya direkrut dari mesjid. Selain itu, rapat dan juga sosialisasi koperasi pun dilakukan di mesjid. Bahkan setiap bulan anggota koperasi diberi siraman rohani Islam yang juga dilakukan di mesjid.

 

 

Demikian dikatakan Bupati Agam Drs Aristo Munandar kepada antara-sumbar.com di kantor Diskoperindag Sumbar. Disebutkan, pengembangan koperasi tersebut bernaung di bawah manajemen koperasi jasa keuangan berbasis syariah (KJKS).

 

 

“Saat ini, KJKS telah berdiri sebanyak 41 unit di 41 nagari yang tersebar di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Agam. Diharapkan Januari atau paling lambat Februari, KJKS ini telah hadir seluruh nagari yang ada di Kabupaten Agam atau sebanyak 82 unit,” jelasnya.

 

 

Walaupun pengembangan koperasi berbasis mesjid baru dilakukan setahun belakangan, ternyata dari Rp 4,8 miliar modal yang dikucurkan pada tahap I, saat ini asetnya meningkat menjadi Rp 7,74 miliar. Padahal efektifnya KJKS baru dimulai 11 bulan.

 

 

“Melihat perkembangannya yang cukup bagus, maka kami akan berjuang sekuat tenaga hingga pada akhirnya nanti Kabupaten Agam menjadi pilot project dari KJKS di Sumbar,” imbuhnya. (tdy/wij)

Iklan