Tentang Jokowi dan Pemimpin Sumbar

Oleh : Pinto Janir

Mengapa Jokowi begitu fenomenal? Apakah tak ada pejabat atau pemimpin  yang seperti Jokowi sebelum “Jokowi”? Tak terpungkiri, Jokowi menjadi “besar”  salah satunya karena peran media juga. Dan, keberuntungan Jokowi, ia berada di saat ruang dan waktu yang tepat sekali.Di saat mana, masyarakat rindu memiliki pemimpin yang dekat dengan rakyat—yang bersahaja dan jauh dari segala perbuatan yang “mengecewakan” orang banyak—lalu muncul Jokowi! Ia “disepakati” publik untuk dimunculkan jadi figur bersama. Pada sisi lain, imej makin mantap terus dibentuk media untuk–seakan-akan sepakat—“memigurkan” Jokowi sebagai figur pemimpin “trend” kini.Maka tak heran bila Jokowi muncul sebagai figur yang diidamkan oleh masyarakat Indonesia. Dan, Indonesia pun menyambutnya.

Pertanyaan kita, apakah tak ada pemimpin lain—bupati,walikota,gubernur—seperti gaya Jokowi kini, pada kurun waktu terdahulu atau kini?

Ayo kita lihat ke Sumatera Barat….

Gaya Jokowi, sebenarnya adalah gaya mana yang pernah diterapkan oleh seorang mantan Gubernur Sumbar bernama Harun Zein. Harun Zein, tipe gubernur yang benar-benar dekat dengan masyarakat yang ia pimpin. Soal kunjungan ke pelosok pelosok nagari, itu adalah soal yang digemari oleh Pak Harun. Lalu, Pak Gamawan Fauzi, yang ternyata  lebih dulu jadi “Jokowi”….Ia sosok sederhana. Anti Korupsi. Ia sangat dekat dengan rakyatnya. Berjuang keras untuk umatnya. Lalu, soal blusukan, wow itu kerjanya Pak Gamawan. Sekampung-sekampung orang yang terkurung oleh keterisoliran, dipindahkan GF ke sebuah kawasan yang lebih memberi harapan. Peran GF mengangkat taraf hidup masyarakatnya, sungguh sangat hebat. Pada usia 33 tahun, Gamawan sudah menjadi Bupati. Ia bupati dua periode di Solok. Lalu, jadi Gubernur Sumbar.Kemudian, jadi Mendagri. Hebat!

Ingatkah pada nama Syahrul Ujud walikota Padang, yang sekalipun sudah hampir 20 tahun tak menjadi walikota Padang, tapi bila ke Padang, masyarakat kota Padang tetap saja memanggilnya dengan sebutan Pak Wali!Tanyalah ke orang Padang, Syahrul Ujud ternyata, lebih duluan pula jadi “Jokowi” sebelum Jokwi kini.

Lalu, ada beberapa Bupati yang benar-benar dan sungguh dekat dan sangat bersahaja dalam pembawaan dan kehidupannya. Contoh, Muslim Kasim (kini Wagub Sumbar). Hari-hari Muslim Kasim adalah hari-hari bersama rakyat. Hobinya bertani. Hubungannya dengan masyarakatnya, sangat dekat. Ya, sangat dekat. MK dikenal sebagai bupati yang bersahaja dan bupati yang responsif terhadap apa yang menimpa dan dikeluhkan oleh rakyatnya. Ia bangun kecerdasan, ia bangun kesehatan, ia bangun iman dan taqwa bagi umatnya.  Buktinya, tahun 2003, di Padangpariaman, bebas bayar SPP sekolah dan bebas berobat ke Puskesmas, dan para da’i, para ustadz dihonori tiap bulan.

Kemudian, apakah kita ingat nama Aristo Munandar?

Kedekatan Pak Aristo dengan rakyatnya selama 10 tahun menjadi Bupati di Agam sudah teruji. Itu kebenaran yang pasti. Sampai kini, nama Aristo masih disebut-sebut oleh masyarakatnya sebagai Bupati “yang sangat mengerti dan paham” dengan kebutuhan masyarakat yang ia pimpin. Aristo adalah sosok yang penuh kasih, santun, dan maaf….ia jauh dari segala gaya-gaya angkuh!

Pak Aristo, saya mengenal beliau. Bahkan, saya mengenal beliau ketika saya masih duduk di bangku SMA—kala itu saya sudah menjadi wartawan di harian Semangat. Di mata saya, di mata beberapa senior-senior wartawan, Pak Aristo adalah nara sumber yang “smart” dan ramah serta santun dalam tutur bahasa.

Selama menjadi Bupati di Agam, nyaris hari-hari Pak Aristo tersita untuk kepentingan masyarakatnya. Aristo sangat familiar. Dan senyumnya itu, melekat benar di hati orang banyak. Aristo adalah tipe pemimpin yang nyaris tiada “lawan”. ia disayang oleh banyak orang. Tak usah kaget, bilamana pintu rumah dinasnya selalu terbuka 24 jam untuk rakyat. Sampai kini, pintu rumahnya yang sederhana di Lapai Padang, tetap terbuka untuk semua…

Program-program Aristo adalah program yang ia sesuaikan dengan apa yang dibutuhkan rakyatnya. Makanya, soal pembangunan ekonomi kerakyatan, Kabupaten Agam sangat sukses membangun ekonomi masyarakatnya. Ia membangun ekonomi kecil dan menengah; dan berbagai program prorakyat pun menjalar bak naga. .Dan ia juga pemimpin yang berhasil “membuka lahan” tidur menjadi lahan “jaga” yang bermanfaat bagi orang banyak. Perkebunan rakyat dan perkebunan besar menghijau di Agam. Tingkat kesejahteraan rakyat menaik tajam selama kabupaten ini ia pimpin. Ia semaikan benih-benih kemakmuran di ladang kehidupan rakyatnya.

Kedekatannya dengan tokoh adat, agama dan pemuda, sungguh patut dipujikan. Tanyalah ke tokoh-tokoh adat di Agam, maka mereka akan menjawabnya; ” Kami rindu akan kehadiran sosok Aristo Munandar”. Begitu juga dengan tokoh agama, Aristo sangat dekat sekali.Mengapa, karena Aristo dikenal sebagai Bupati yang agamis yang programnya menciptakan kader muda Agam menjadi kader yang bermoral, taat, taqwa dan beriman.

Aristo benar-benar seorang bupati yang menerapkan apa yang disebut dengan “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”. Ia hidupkan lembaga adat.Ia hidupkan nilai-nilai budaya.Ia hidupkan dan ia semarakkan masjid dan surau dengan kegiatan-kegiatan islamis, dll.

Aristo membangun jalan, tak saja jalan yang kasat mata, melainkan juga jalan spiritual, yakni jalan iman bagi rakyatnya.

Suatau hari di penghujung tahun 2009, pada sebuah malam saya berkunjung ke rumah Dinas Pak Aristo,sendiri. Saya hanya menyampaikan pesan atau aspirasi masyarakat yang hendak memasangkan Pak Aristo dengan Pak Muslim Kasim selaku calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2010-2015. Pembicaraan pada waktu itu tak putus. Tapi, saya masih ingat, Pak Aristo setuju berpasangan dengan Pak Muslim Kasim. Pada perjalanan selanjutnya, niat itu tak terwujud lantaran “susah partai”. Namun pada akhirnya, Pak Muslim Kasim berpasangan dengan Pak Irwan Prayitno, IP jadi Gub, MK jadi Wagub. Pak Aristo berpasangan dengan Pak Marlis Rahman. Kemenangan diraih pasangan Irwan-MK.

Kini kerinduan masyarakat pada sosok Aristo Munandar akan segera terjawab. Karena, atas desakan beberapa tokoh dan pemuka masyarakat Sumbar—bahwa sebaiknya Pak Aristo harus tetap mengabdikan diri untuk pembangunan Sumatera Barat—telah dijawab oleh Pak Aristo dengan setuju dicalonkan jadi wakil rakyat kita.

Olala….Bila begitu, saya menyarankan, memilih Pak Aristo Munandar sebagai wakil kita di lembaga legislatif nanti adalah sebuah pilihan yang sangat tepat. Mantan Camat Teladan ini benar-benar sudah lama berbuat di tengah kehidupan masyarakat kita. Dan, yakinlah, seorang Aristo Munandar yang hidupnya sangat sederhana yang jauh dari berbagai pernak-pernik kemewahan itu—adalah sosok yang tepat untuk kita pilih sebagai wakil kita di lembaga legislatif. Sumpah, ia tidak sombong.Ia tidak angkuh. Ia tidak arogan. Ia adalah sosok yang enggan menyaksikan derita rakyat terpapar di depan mata. Sekiranya, aturan membolehkan Aristo menjadi Bupati 15 tahun, maka Rakyat Agam akan memilih Aristo untuk 20 tahun….

Dan Pak Aristo adalah sosok yang benar-benar pantas jadi teladan bagi kita semua…semoga, bila Tuhan berkenan, Pak Aristo menjadi pilihan orang banyak dan kemudian menghantarkan Pak Aristo di kursi legislatif. Dan saya yakin, kehadiran Pak Aristo di lembaga legislatif akan memberi warna dan gezah yang rancak bagi lembaga terhormat itu. Dan saya bermimpi, sekiranya DPRD Sumbar dipimpin Pak Aristo…..kelak.

Ya, Allah sampaikan doa hamba…demi perubahan untuk lebih rancak bagi masyarakat Minangkabau tacinto.

Sapalah Pak Aristo, maka senyumnya itu kan terngiang-ngiang hingga pulang…

Sahabat, ingat; ARISTO MUNANDAR!

 

Sumber Berita: warta-andalas.com

http://warta-andalas.com/berita-tentang-jokowi-dan-pemimpin-di-sumbar.html#ixzz3NeB8uV6E

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s