Tiga Mahasiswa dan Dua Polisi Luka

DEMO DI PADANG RICUH — Ratusan mahasiswa, Selasa (18/11) melakukan aksi demo di Gedung DPRD Sumbar. Mereka menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Demo tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. Sedikitnya 11 mahasiswa diamankan. Sebanyak 3 mahasiswa dan 2 anggota polisi mengalami luka-luka di kepala, pelipis dan dahi. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Bentrok dipicu mahasiswa yang memberhentikan paksa satu mobil berplat merah BA 20 D di jalan depan DPRD Sumbar. Mereka meminta sopir turun. Aparat Kepolisian langsung mengamankan. Ujungnya berakhir ricuh. Polisi memukuli mahasiswa dengan pentungan, menginjak, menendang mahasiswa. Ada juga oknum yang diduga mahasiswa melempari aparat Kepolisian dengan batu.

Akibat bentrok itu 11 mahasiswa diamankan dan dibawa dengan mobil polisi. Tiga mahasiswa luka pada pelipis, kepala dan dahi. Mereka langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Sementara dari aparat Kepolisian dua orang luka-luka dan dilarikan ke RS. M. Djamil. Satu polisi luka di kepala terkena lemparan batu, satu lagi luka di pelipis.

Demo juga mengakibatkan kemacetan di depan DPRD Sumbar hingga sekitar 2 jam mulai dari pukul 14.30 hingga 16.30 WIB karena mahasiswa membakar ban dan atribut demo di bundaran depan DPRD. Setelah itu mereka dibubarkan secara paksa oleh pasukan aparat Kepolisian, keadaan baru terkendali sekitar pukul 17.00 WIB.

Demo mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Sumatera Barat (GMSB) itu dimulai sekitar pukul 12.45 WIB. Massa mahasiswa yang berasal dari Unand, UNP, UBH, organisasi mahasiswa HMI, KAMMI dan beberapa perguruan tinggi lain itu awalnya berkumpul di Taman Imam Bonjol, Padang sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka lalu berjalan kaki menuju DPRD Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman.

Di gedung DPRD, mereka berorasi, melakukan teatrikal sekitar dua jam. Mereka menyampaikan petisi yang berisi pemerintah harus membatalkan kenaikan harga BBM dalam waktu 1 kali 24 jam. Jika dalam 2 kali 24 jam tuntutan tak dipenuhi, mereka akan mengeluarkan mosi tak percaya pada pemerintah. Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah Sumbar.

Sayangnya massa mahasiswa berdemo saat gedung wakil rakyat kosong. Sebanyak 60 dari total 65 anggota DPRD Sumbar sedang berada di Jakarta untuk membahas APBD Sumbar bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Dirjen Keuangan. Empat anggota dewan lainnya sedang melakukan kunjungan ke kabupaten/kota. Di DPRD Sumbar hanya ada seorang anggota dewan komisi I, yakni Aristo Munandar.

Kepada mahasiswa, Aristo menjelaskan keadaan DPRD yang ‘kosong’. Aristo berjanji akan segera menyampaikan pada pimpinan tuntutan para mahasiswa, sekaligus mengadakan rapat khusus sesegera mungkin untuk menindaklanjuti tuntutan pembatalan kenaikan BBM. “Kami akan berupaya memenuhi tuntutan mahasiswa, tapi tentu ada prosedur. Wewenang pembatalan kenaikan BBM itu ada pada pemerintah pusat. Pemerintah provinsi hanya bisa menyatakan sikap secara lembaga saja,” kata Aristo.

Tak terima gedung wakil rakyat kosong, para mahasiswa tersulut emosinya. Massa yang telah berjam-jam lamanya berorasi di depan gedung DPRD mulai memaksa masuk ke gedung dewan, namun berhasil dihalau aparat Kepolsian. Massa akhirnya memindahkan konsentrasi demo ke bundaran di depan Gedung DPRD Sumbar sekitar pukul 14.40 WIB. Di sana mahasiswa berorasi hingga membakar ban dan atribut demo hingga menimbulkan kemacetan.

Di sinilah awal ricuh sekitar pulul 15.45 WIB, dipicu mahasiswa yang memberhentikan mobil plat merah dan memaksa sopir turun. Salah seorang mahasiswa dengan luka terparah, bernama Ferdi, Mahasiswa UNP. Saat dipukuli, diamankan dan dipaksa naik ke mobil Kepolisian para mahasiswa sempat berteriak meminta perhatian awak media.

Salah seorang mahasiswa yang ikut berdemo, Adrizal dari Unand membenarkan mahasiswa memang memberhentikan mobil plat merah itu. “Tapi batal karena sudah dibubarkan dan dipukuli polisi,” ujar dia.

Ia mengatakan ada sekitar 11 mahasiswa yang diamankan dan dibawa dengan mobil aparat Kepolisian. Termasuk di antaranya 3 mahasiswa yang luka-luka dipukuli polisi. “Teman-teman kami sesama mahasiswa ada yang ditinju, dipukul dengan pentungan, ditendang, diinjak oleh polisi-polisi itu.

Mereka jahat,” ujar Adrizal marah. Kapolresta Padang, Kombespol Wisnu Andayana mengatakan saat bentrok itu ada aparat polisi yang dilempari batu oleh oknum yang diduga mahasiswa. Kepalanya berdarah hingga dilarikan ke rumah sakit. Satu lagi pelipis terluka.

“Demo mahasiswa ini sudah anarkis. Kami akhirnya membubarkan dengan paksa,” ujar Wisnu yang mengaku belum mendapat laporan pasti berapa jumlah mahasiswa yang diamankan. Ia menambahkan hari itu ada 400 satuan aparat Kepolisian diturunkan untuk mengamankan demo. Mereka dilengkapi dengan anjing pemburu dan mobil water cannon.

Menurut Wisnu ia sudah berusaha untuk bersabar dan membuat demo itu tak bentrok. Aparat Kepolsian mulanya diminta hanya berjaga-jaga saja tanpa aksi berarti. Namun, ketika mahasiswa sudah mengakibatkan kemacetan dengan membakar ban dan atribut demo, aparat Kepolisian terpaksa membubarkan paksa.

“Ini sudah mengganggu ketertiban umum. Macet dan ada pula masyarakat sipil yang dihadang mahasiswa. Kami terpaksa membubarkan paksa,” katanya. Belum lagi aksi demo hari itu tak disertai surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada Kepolisian sesuai dengan aturan yang berlaku. Sementara itu, mahasiswa mengaku tak akan tinggal diam menerima kenaikan harga BBM.

Mahasiswa Unand sudah melayangkan surat ke DPRD Sumbar meminta pertemuan dengan pimpinan DPRD Sumbar dan Badan Anggaran DPRD Sumbar yang beranggota 34 orang. Pertemuan itu dijadwalkan Kamis (20/11). “Rabu dijadwalkan semua anggota dewan sudah kembali dari Jakarta dan kabupaten/kota. Kami akan serius menerima mahasiswa,” ujar Aristo. (403)

Sumber : http://hariansinggalang.co.id/tiga-mahasiswa-dan-dua-polisi-luka/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s